Senin, 31 Agustus 2009

HIMA GOSPEL in Action #1


Setelah makan siang bersama di kantin W Universitas Kristen Petra, beberapa member HIMA GOSPEL kembali mengadakan gathering di Kolam Jodoh (Atrium W) walaupun beberapa di antara kita sudah tidak single lagi... wkwkwkwkwkwkwkwk

Apa poin yang ingin saya sampaikan di sini? Lihatlah hati-hati yang gembira di atas walaupun beberapa menampakkan wajah yang suram. Kita tetap senang walaupun sebentar lagi harus menghadapi kuliah masing-masing... wkwkwkwkwkwk

Tetap semangat gan... Walaupun forum kita sudah mencapai batas bandwidth, tetapi bulan yang baru ada semangat yang baru untuk pengakraban diri lagi. Segara kunjungi web kami di http://www.hima-gospel.forumotion.net. Sampai jumpa di sana

Informatika 2009 #5 : Perpustakaan Petra Besar Bo...


Sosok yang sedang belajar di atas bernama Valentino Handoko (26409011). Saya sangat berterima kasih karena disela-sela kesibukannya belajar, dia masih mau meluangkan waktunya untuk wawancara singkat mengenai perpustakaan Petra. Sungguh seorang anggota HIMA GOSPEL yang baik! (sayangnya pengabadian foto kita berdua kurang mantap ini kualitasnya)

Dia memberikan nilai 7 terhadap perpustakaan Universitas Kristen Petra. Penilaiannya ini berdasarkan ruangan yang dipakai perpustakaan sangat besar (hingga 4 lantai), bukunya lengkap, fasilitasnya banyak yang meliputi bisa scan, fotocopy, dsb, dan masuknya juga sudah keren dengan menggunakan kartu saat masuk. Tetapi masih sangat disayangkan, selama ini dia masih belum pernah kembali ke perpustakaan lagi selain sewaktu perkenalan perpustakaan. Dan fasilitas yang pernah dia gunakan di anatara 3 fasilitas yang ada hanyalah fasilitas pencarian buku.

Saran Valentino untuk perkembangan perpustakaan ke depannya adalah tingkatnya diperbanyak lagi sehingga dapat mencakup koleksi buku yang lebih banyak. Kemudian perpustakaannya diberi escalator sehingga kita tidak perlu terlalu capai dalam naik turun tangga.

Valentino merupakan salah satu member dari HIMA GOSPEL, mari kita akrabkan diri kita dalam forum http://www.hima-gospel.forumotion.net. Sampai jumpa di sana.

Famous Library #1 : Bibliotheca Alexandrina (2)


Dimensi pengerjaan proyek ini sangat luas. Dalam proyek ini bukan saja terdapat perpustakaan yang mampu menampung hingga delapan juta buku, tetapi juga terdapat ruang baca yang luasnya 70000 m² di 11 lantai yang ada. Kompleks ini juga mempunyai sebuah ruangan konferensi, ada pula perpustakaan khusus untuk para tunanetra, anak muda, dan anak-anak. Terdapat pula tiga museum, 4 galeri seni, sebuah planetarium, dan sebuah laboratorium restorasi manuskrip kuno.

Ruang baca utamanya berdiri sepanjang dari 32 meter yang menghadap ke laut dan diameternya adalah 160 meter. Dindingnya bewarna abu-abu seperti batu granit yang banyak terdapat di Aswan, yang dilukisi dengan berbagai karakter dari 120 skrips peradaban manusia di dunia.

Koleksi yang ada di perpustakaan ini merupakan hasil sumbangan dari seluruh dunia. Spanyol menyumbangkan dokumennya tentang detil masa pemerintahan Moors. Perancis juga memberikan sumbangan berupa dokumen yang mencatat pembangunan Terusan Suez. Di perpustakaan ini juga tempat mengcopy data-data yang ada di internet sebagai backup.

Mengenai manajemennya, direktur Bibliotheca Alexandrina sekarang dipegang oleh Ismail Serageldin. Dia juga merupakan pimpinan direktur dari setiap BA's affiliated research institutes and museums dan juga merupakan seorang professor di Wageningen University di Belanda.

Mimpi untuk mengembalikan Alexandria kepada fungsi awalnya sebagai pusat sains tidak lepas dari kritikan banyak pihak. Para ahli mempertanyakan apakah Mesir yang sekarang mampu untuk mensuplai perpustakaan dengan materi-materi yang dibutuhkannya, atau apakah pemerintahannya mampu melakukan penyensoran terhadap benda-benda yang terdapat di dalamnya. Hal lain lagi, mengenai arsitektur perpustakaan ini (yang bentuknya diambil dari matahari terbit) dikritik terlalu makan banyak biaya daripada koleksi-koleksi yang ada di dalamnya. Karena terbatasnya dana yang ada, maka pada tahun 2002, perpustakaan ini hanya memiliki 500000 koleksi buku, lebih rendah daripada perpustakaan nasional lainnya. Diperkirakan butuh waktu 80 tahun lamanya untuk mengisi koleksi perpustakaan sampai batas yang bisa ditampung oleh bangunan ini. Perpustakaan ini sangat bergantung dari donasi dari yang lain untuk mengisi koleksinya. Komplain lainnya juga berdatangan, misalnya daripada dana tersalurkan untuk perpustakaan ini, dana bisa dialihkan untuk social project lainnya. Seperti Mesir punya masalah pendidikan. Menurut survey, hanya 59% wanita dan 83% pria yang dapat membaca di negaranya.

Jika Anda mempunyai informasi tambahan mengenai perpustakaan ini, atau mungkin Anda sudah pernah mengunjunginya, Anda dapat membaginya bersama kami di http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Library Roles #4 : As A Service-Oriented Information Provider

Ini adalah peran terakhir yang juga seharusnya dimiliki oleh perpustakaan, yaitu sebagai penyedia informasi. Poin-poin yang mendetilkan penjabaran tersebut adalah:
  • Perpustakaan menyediakan informasi tepat pada waktunya, akurat, dan berguna untuk suatu komunitas yang berhubungan dengan pekerjaan dan juga hobby pribadi
  • Perpustakaan mempromosikan pada sebuah situs, secara online dan layanan telepon atau layanan informasi untuk membantu pengguna yang membutuhkan
  • Perpustakaan berpartisipasi dalam program peminjaman antar perpustakaan dan cooperative reference service sehingga pengguna yang membutuhkan informasi yang tidak ada di perpustakaannya dapat terpuaskan
Menurut saya, perpustakaan Petra juga sudah menerapkan ketiga poin di atas. Pada poin pertama, hal ini sudah disediakan oleh perpustakaan kita yang sudah berlangganan berbagai surat kabar, majalah, dan juga online journal.

Poin kedua, perpustakaan kita mempunyai web untuk membantu pengguna mendapatkan informasi media yang dibutuhkannya. Selain itu, web ini juga berfungsi sebagai media informasi yang ada. Selain itu perpustakaan kita juga menyediakan berbagai web lainnya yang juga mendukung promoso kegiatan ini seperti Surabaya Memory, Desa Informasi, dan berbagai web penunjang lainnya. Mengenai nomor telepon perpustakaan kita, kita bisa menelepon Petra lalu kita bisa minta disambungka ke perpustakaan.

Untuk poin yang ketiga, tentu saja perpustakaan kita juga sudah menjalin kerja sama hingga taraf internasional untuk mencarikan para penggunanya buku yang mereka butuhkan. Perpustakaan Petra juga bersedia untuk memberikan surat rekomendasi kepada perpustakaan lainnya agar kita dapat mengakses informasi yang mereka punyai di sana.

Saya rasa dalam poin ini perpustakaan kita sudah cukup baik melaksanakannya. Diskusi lebih lanjut dapat dilakukan di http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Library Roles #3 : As A Mean of Access to Life-Long Learning

Ini merupakan peran ketiga yang didefinisikan oleh Department of Public Instruction of Wisconsin dan American Library Association yang poin-poinnya meliputi:
  • Perpustakaan meyakinkan anak-anak untuk mengembangkan keinginan dalam membaca dan belajar melalui pelayanan terhadap anak dan untuk orang tua dan anak secara bersama-sama
  • Orang tua dan pemerhati yang lain dapat membaca tentang kesiapan, hal-hal yang berhubungan dengan orang tua, memperhatikan anak, dan pengembangan anak
  • Perpustakaan mempromosikan membaca sejak masa kecil, menyediakan pelayanan untuk proses memperkaya diri sendiri (self-enrichment) dan untuk menemukan kenikmatan dalam membaca dan belajar
  • Pelayanan yang diberikan meliputi kepada anak-anak kecil, orang tua, dan manula -- sebagai contoh, program "read-aloud", day care story hour, lomba storytelling, workshop pengembangan skill orang tua, dan pembicaraan mengenai suatu buku
  • Perpustakaan diharapkan menyediakan fasilitas sosial, atau program-program kejar paket. Program yang memperkenalkan anak-anak dan orang tua terhadap anak-anak lainnya dalam area yang lebih luas
Jika saya meninjau ulang foto-foto program yang pernah dilaksanakan oleh perpustakaan Petra, maka secara garis besar seharusnya fungsi-fungsi ini sudah terlaksanakan, walaupun mungkin tidak sering pelaksanaannya dan kurang diketahui oleh mahasiswa Petra secara luas. Pelayanan terhadap anak-anak kecil mungkin sudah, bagaimana Petra bisa mengembangkan anak-anak yang ada di sekitar Siwalankerto, hingga di perpustakaan Petra pun menyediakan suatu ruang baca sendiri yang buku-bukunya dikhususkan merupakan buku bacaan anak-anak. Tetapi yang perlu disoroti di sini adalah untuk orang tua dan manula.

Memang tidak mudah untuk memberikan pelayanan terhadap orang tua dan manula. Kesulitannya adalah dalam hal mengumpulkan mereka. Selain orang tua biasanya adalah pekerja sehingga tidak mudah untuk mengumpulkan mereka di jam-jam biasa (yang artinya butuh jam-jam khusus sebagai tambahan kerja), juga masalah dana yang ada karena dana yang ada biasanya dialokasikan sebagai media promosi perpustakaan Petra. Sedangkan kesulitan untuk program manula adalah mengumpulkan materi-materi dan menyusun acara yang sangat menarik bagi mereka adalah tantangan tersendiri bagi kita.

Diskusi lebih lanjut dapat dilakukan di http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Minggu, 30 Agustus 2009

Informatika 2009 #4 : Koq Ga Boleh Bawa Buku?


Satu lagi anggota HIMA GOSPEL yang turut berpartisipasi dalam wawancara (malah mengajukan diri, inilah contoh orang yang proaktif). Ia bernama Ferdi Atmajaya Wongsusilo (26409082).

Mungkin sekian saja perkenalannya. Wawancara dibuka langsung dengan pertanyaan dari 1 hingga 10 kamu memberikan nilai berapa pada Perpustakaan Universitas Kristen Petra. Ferdi dengan cepat menjawab 8. Tampaknya dia sudah siap utuk menjawab pertanyaan ini. Penilaiannya yang sangat tinggi terhadap perpustakaan ini dikarenakan di perpustakaan kita terdapat banyak buku yang berguna, suasananya yang dingin, dan tempatnya enak buat santai.

Pengalaman Ferdi bersama perpustakaan cukup banyak juga. Dia menggunakan perpustakaan untuk mengisi waktu luangnya dengan baca buku, terutama juga buku-buku yang berhubungan dengan digital imaging. Tetapi masih sangat disayangkan, Ferdi tidak pernah menggunakan fasilitas teknologi yang ada. Jadi dia mencari buku biasanya secara manual.

Saran Ferdi untuk pengembangan perpustakaan kita ke depannya adalah bentuk atau interior perpustakaan dibuat untuk lebih menarik. Dia menganalisa sepertinya perpustakaan kita ini sepi pengunjung karena salah satunya mungkin desainnya yang kurang menarik. Kemudian dia juga mengomentari masalah masuk perpustakaan tidak boleh bawa buku. Padahal lebih asyik baca buku di perpustakaan karena suasananya lebih mendukung ketimbang di ruang baca bebas.

Dan pesan terakhir dari sponsor, Ferdi merupakan salah satu member dari HIMA GOSPEL, mari kita akrabkan diri kita dalam forum http://www.hima-gospel.forumotion.net. Sampai jumpa di sana.

Famous Library #1 : Bibliotheca Alexandrina (1)

Bibliotheca Alexandrina merupakan nama latin dari Perpustakaan Alexandria merupakan perpustakaan penting dan juga pusat kebudayaan yang terletak di pantai Laut Mediterania di kota Alexandria. Perpustakaan ini didirikan sebagai peringatan akan Perpustakaan Alexandria yang pernah hancur dan mengembalikan fungsi yang pernah dilakukan oleh perpustakaan ini, yaitu sebagai pusat pendidikan.

Ide untuk menghidupkan kembali perpustakaan ini bermula pada tahun 1974, ketika sebuah komite dibentuk oleh University of Alexandria yang tugasnya menentukan lokasi di mana akan dibangun perpustakaan baru ini antara kampus dan lepas pantai Laut Mediterania yang juga tentunya berdekatan dengan lokasi awal perpustakaan aslinya pernah berdiri. Tetapi dalam proses perjalanan komite ini, ide untuk membangun perpustakaan ini dengan cepat mendapat dukungan dari pihak yang lain pula. Salah satu pendukung proyek ini adalah presiden Mesir yang saat ini masih menjabat, Hosni Mubarak. UNESCO dengan cepat juga menyatakan dukungannya terhadap proyek ini karena juga di daerah ini sangat strategis untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan Mediteranian. UNESCO kemudian mengadakan kompetisi desain arsitektur pada tahun 1988 yang nantinya akan digunakan untuk membangun perpustakaan yang baru ini. Pemenang dari kompetisi ini adalah Snohetta yang mampu memadukan unsur desain dan warisan kebudayaan yang ada. Snohetta yang merupakan penduduk Norwegia ini mengalahkan 1400 desain yang ada. Pada suatu konferensi yang diadakan pada tahun 1990 di Aswan, dana awal yang diturunkan untuk pembangunan ulang perpustakaan ini adalah sebesar $65 juta, yang sebagian besar dananya berasal dari Arab. Pengerjaan konstruksi bangunan dimulai pada tahun 1995 dan setelah menghabiskan $220 juta, bangunan ini diresmikan berdiri pada 16 Oktober 2002.

Mungkin seperti ini sejarah singkat bagaimana perpustakaan lama yang telah terhilang ini bisa dihidupkan kembali. Dan mengenai bagaimana struktur dan koleksi apa saja yang ada dalam perpustakaan ini, diharapkan Anda sabar menunggu hingga hari esok. Atau jika Anda tertarik lebih dalam belajar mengenai perpustakaan ini, Anda dapat mencari bahan-bahan referensi dari internet dan juga dengan mengunjungi http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.