Tampilkan postingan dengan label Article About Library. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Article About Library. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 September 2009

Global Legal Information Network

From the Web Site:

From the Law Library of Congress, a short video is now available for viewing. Introduction to GLIN, featuring GLIN Director Janice Hyde and Comparative Law Specialist Hanibal Goitom, explains how the Global Legal Information Network works.

The video runs about 8 minutes.

Access The Global Legal Information Network (GLIN)

Source: Law Library of Congress

Sabtu, 05 September 2009

Google Book Search

Tampaknya saya sudah pernah membahas akan hal ini beberapa hari sebelumnya, tetapi sekarang saya ingin memberitahukan bagaimana perkembangan dari issue ini. Tentu saja issue ini masih terus diperdebatkan oleh banyak pihak. Banyak pihak-pihak yang mendukung karena dinilai pengembangan akan hal ini sangat bagus untuk penyebaran informasi ke depan dan dinilai efektif, tetapi juga ada banyak pihak lain yang menolaknya karena dinilai akan sangat merugikan pihak-pihak tertentu.

Jika pihak oposisi yang lalu datang dari Amazone, Yahoo dan juga Microsoft, maka sekarang oposisi datang dari pihak asosiasi perpustakaan. Pihak-pihak tersebut adalah American Library Association (ALA), the Association of College and Research Libraries (ACRL) and the Association of Research Libraries (ARL). Mereka menganggap bahwa sistem yang ada di perpustakaan saat ini, yaitu ISD (Institutional Subscription Database) sudah dianggap memadai.

Mereka mendesak Google untuk mempertimbangkan lagi masalah privasi masing-masing perpustakaan, harga sewa yang diberikan (yang tentunya juga berkaitan dengan pemasukan perpustakaan tersebut) dan juga masalah hak cipta yang ada.

Tampaknya perjalanan Google untuk bisa membuat database buku ini masih akan sangat panjang. Diskusi lebih lanjut akan disambut dengan tangan terbuka di
http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Library Without Book


The Boston Globe mengadakan perombakan besar-besaran terhadap perpustakaannya. Mereka menyingkirkan semua buku-buku yang ada dalam perpustakaan mereka untuk diganti dengan digital library. James Tracy selaku kepala sekolah mengatakan, "Saat aku melihat buku, aku melihat sesuatu yang sudah ketinggalan zaman, sama seperti gulungan kitab sebelum buku". Mereka kemudian mengganti perpustakaan ini dengan laboratorium berteknologi tinggi sehingga orang yang akan menggunakan perpustakaan ini bisa melalui fasilitas komputer yang ada di sini ataupun dengan menggunakan laptop mereka untuk mengakses database perpustakaan ini.

Sesuatu yang menarik untuk terus dikaji karena hal ini juga banyak memunculkan perdebatan di kalangan pustakawan sekalipun. Diskusi lebih lanjut dapat dilakukan di http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Kamis, 03 September 2009

Google's Plan for World's Biggest Online Library

Tampaknya kemajuan teknologi semakin nyata adanya dan mulai merambah juga perpustakaan. Goggle sudah merancangkan hal ini dengan menghabiskan dana sebesar 125 juta US Dollars. Google berencana untuk membuat perpustakaan online, jutaan buku dari seluruh dunia akan discan dan dapat dicari melalui search engineenya sehingga informasi yang terdapat dalam sebuah buku akan terbuka untuk umum.

Tetapi tentu saja hal ini mengalami banyak kendala. Pikiran yang bagus tetapi akan sangat tidak disetujui oleh para publisher buku karena tentu saja hal ini akan benar-benar mematikan usaha mereka dan menuntut mereka untuk menjalankan suatu sistem yang benar-benar baru. Salah satu yang menentang dengan keras adalah Amazone. Tentu saja jika Google benar-benar menjalankan niatnya ini, perusahaan yang paling besar kerugiannya mungkin adalah Amazone, karena sudah tidak akan ada lagi buku-buku yang bisa diperjual belikan karena semuanya bisa diakses melalui Google. Amazone menyatakan bahwa apa yang diperbuat oleh Google ini adalah berbahaya dan harus segera dicegah sekarang. Karena memang hal yang akan dilakukan oleh Google ini juga akan bertentangan dengan masalah hak cipta yang ada.

Saat ini memang hal ini masih dalam tahap proses yang sangat panjang. Usaha Google untuk mendapatkan hak scan buku tampaknya masih panjang walaupun ada pihak-pihak publisher dan asosiasi-asosiasi penulis lainnya yang mendukung gerakan Google ini karena dipandang baik untuk bisa share informasi. Kabarnya juga dalam minggu ini, Yahoo dan Microsoft akan menggugat juga apa yang dilakukan oleh Google ini.

Sesuatu yang menarik untuk kita bahas lebih dalam sebenarnya. Apa yang akan terjadi jika Google benar-benar menjalankan niatnya ini. Ini bisa jadi bahan diskusi yang menarik di kelas kita. Diskusi lebih lanjut dapat kita lakukan di http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Selasa, 01 September 2009

Medicine and Nursing Online Libraries


Kali ini saya ingin membagikan mengenai directory tentang online libraries yang berhubungan dengan medicine dan juga nursing. Seperti yang teman-teman bisa lihat di atas, situs ini http://nursingschools.net/ merupakan direktori yang menyediakan bukan saja online libraries, tetapi juga terdapat banyak artikel yang berhubungan dengan keperawatan. Memang ini merupakan direktori yang terdapat di America, tetapi setidaknya berisi hal-hal yang dapat kita pelajari jika kita tertarik dengan kedokteran maupun keperawatan (karena memang saya juga ada ketertarikan di bidang Biologi khusunya).

Informasi lebih lanjut bisa dilihat pada http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

The Early Republic: Critical Editions on the Founding of the United States


Satu lagi hasil dari saya membaca artikel hari ini, saya membaca artikel yang ditulis oleh E-VIEWS, dalam artikelnya kali ini, dia membagikan username dan password untuk mengakses online file yang diterbitkan oleh John Hopkins University Press yang berjudul The Early Republic: Critical Editions on the Founding of the United States. Situs ini dilengkapi 17000 annonated pages dan juga 250 gambar yang merupakan hasil dokumentasi dari First Federal Congress (1789-1791).

Sekarang mereka memberikan akses kepada pembaca 'E-VIEWS' hingga 30 September 2009. Caranya mudah saja, ketikkan http://earlyrepublic.press.jhu.edu/cgi-bin/access.cgi lalu gunakan:
username: jhupbooks
password: gratis

Ada banyak hal menarik yang bisa Anda temukan di sini. Dan juga saya harap Anda bisa menggunakan username dan password tersebut dengan bertanggung jawab mengingat banyak juga pengguna yang lain.

Informasi lebih lanjut bisa dilihat pada http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

ProQuest's Black Studies Center

Nah, setelah saya searching-searching sekian lama, akhirnya saya dapatkan artikel yang bagus ini. Masih ingat akan ProQuest? Ini adalah (entah organisasi atau sistem) yang menyediakan layanan online journal atau media informasi lainnya dari berbagai publikasi yang ada. Tentu saja layanan ini di hari-hari biasa tidak gratis, tetapi beruntung juga saya hari ini bisa mendapatkan artikel yang ditulis oleh E-VIEWS.

Pada tanggal 30 Agustus sampai 5 September yang merupakan minggu yang diperingati sebagai National Historically Black Colleges and University, ProQuest mengijinkan kita untuk mengakses media-media informasi yang ada di dalamnya. Kunjungi saja situs berikut ini

http://bsc.chadwyck.com/?instit1=hbcutrial2&instit2=hbcutrial2

Jangan sia-siakan kesempatan ini, ada banyak hal menarik yang ada di dalamnya. Black Studies Center berisi media informasi dari 150 publikasi dengan 30 volume materi kontekstual, 2000+ gambar, 200+ video klip, 3 index menuju Black works dan juga optional module (termasuk The History Makers yang merupakan kumpulan dari 100 interview terhadap contemporary African Americans yang berhasil di bidangnya dan meningkatkan martabat orang berkulit hitam)

Informasi lebih lanjut bisa dilihat pada http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Senin, 31 Agustus 2009

Library Roles #4 : As A Service-Oriented Information Provider

Ini adalah peran terakhir yang juga seharusnya dimiliki oleh perpustakaan, yaitu sebagai penyedia informasi. Poin-poin yang mendetilkan penjabaran tersebut adalah:
  • Perpustakaan menyediakan informasi tepat pada waktunya, akurat, dan berguna untuk suatu komunitas yang berhubungan dengan pekerjaan dan juga hobby pribadi
  • Perpustakaan mempromosikan pada sebuah situs, secara online dan layanan telepon atau layanan informasi untuk membantu pengguna yang membutuhkan
  • Perpustakaan berpartisipasi dalam program peminjaman antar perpustakaan dan cooperative reference service sehingga pengguna yang membutuhkan informasi yang tidak ada di perpustakaannya dapat terpuaskan
Menurut saya, perpustakaan Petra juga sudah menerapkan ketiga poin di atas. Pada poin pertama, hal ini sudah disediakan oleh perpustakaan kita yang sudah berlangganan berbagai surat kabar, majalah, dan juga online journal.

Poin kedua, perpustakaan kita mempunyai web untuk membantu pengguna mendapatkan informasi media yang dibutuhkannya. Selain itu, web ini juga berfungsi sebagai media informasi yang ada. Selain itu perpustakaan kita juga menyediakan berbagai web lainnya yang juga mendukung promoso kegiatan ini seperti Surabaya Memory, Desa Informasi, dan berbagai web penunjang lainnya. Mengenai nomor telepon perpustakaan kita, kita bisa menelepon Petra lalu kita bisa minta disambungka ke perpustakaan.

Untuk poin yang ketiga, tentu saja perpustakaan kita juga sudah menjalin kerja sama hingga taraf internasional untuk mencarikan para penggunanya buku yang mereka butuhkan. Perpustakaan Petra juga bersedia untuk memberikan surat rekomendasi kepada perpustakaan lainnya agar kita dapat mengakses informasi yang mereka punyai di sana.

Saya rasa dalam poin ini perpustakaan kita sudah cukup baik melaksanakannya. Diskusi lebih lanjut dapat dilakukan di http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Library Roles #3 : As A Mean of Access to Life-Long Learning

Ini merupakan peran ketiga yang didefinisikan oleh Department of Public Instruction of Wisconsin dan American Library Association yang poin-poinnya meliputi:
  • Perpustakaan meyakinkan anak-anak untuk mengembangkan keinginan dalam membaca dan belajar melalui pelayanan terhadap anak dan untuk orang tua dan anak secara bersama-sama
  • Orang tua dan pemerhati yang lain dapat membaca tentang kesiapan, hal-hal yang berhubungan dengan orang tua, memperhatikan anak, dan pengembangan anak
  • Perpustakaan mempromosikan membaca sejak masa kecil, menyediakan pelayanan untuk proses memperkaya diri sendiri (self-enrichment) dan untuk menemukan kenikmatan dalam membaca dan belajar
  • Pelayanan yang diberikan meliputi kepada anak-anak kecil, orang tua, dan manula -- sebagai contoh, program "read-aloud", day care story hour, lomba storytelling, workshop pengembangan skill orang tua, dan pembicaraan mengenai suatu buku
  • Perpustakaan diharapkan menyediakan fasilitas sosial, atau program-program kejar paket. Program yang memperkenalkan anak-anak dan orang tua terhadap anak-anak lainnya dalam area yang lebih luas
Jika saya meninjau ulang foto-foto program yang pernah dilaksanakan oleh perpustakaan Petra, maka secara garis besar seharusnya fungsi-fungsi ini sudah terlaksanakan, walaupun mungkin tidak sering pelaksanaannya dan kurang diketahui oleh mahasiswa Petra secara luas. Pelayanan terhadap anak-anak kecil mungkin sudah, bagaimana Petra bisa mengembangkan anak-anak yang ada di sekitar Siwalankerto, hingga di perpustakaan Petra pun menyediakan suatu ruang baca sendiri yang buku-bukunya dikhususkan merupakan buku bacaan anak-anak. Tetapi yang perlu disoroti di sini adalah untuk orang tua dan manula.

Memang tidak mudah untuk memberikan pelayanan terhadap orang tua dan manula. Kesulitannya adalah dalam hal mengumpulkan mereka. Selain orang tua biasanya adalah pekerja sehingga tidak mudah untuk mengumpulkan mereka di jam-jam biasa (yang artinya butuh jam-jam khusus sebagai tambahan kerja), juga masalah dana yang ada karena dana yang ada biasanya dialokasikan sebagai media promosi perpustakaan Petra. Sedangkan kesulitan untuk program manula adalah mengumpulkan materi-materi dan menyusun acara yang sangat menarik bagi mereka adalah tantangan tersendiri bagi kita.

Diskusi lebih lanjut dapat dilakukan di http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Minggu, 30 Agustus 2009

Library Roles #2 : As A Popular Materials Center

Peran perpustakaan yang kedua adalah sebagai pusat pengadaan materi. Yang dimaksud di sini sebagai materi adalah barang-barang media yang sekarang sedang populer, misalnya berupa buku, CD, DVD, ataupun media-media lainnya yang dapat mendukung proses informasi.

Secara mendetil, poin ini dapat dijabarkan menjadi
  • Perpustakaan menyediakan media informasi dalam berbagai format yang pernah digunakan ataupun sedang populer saat ini (banyak permintaan) untuk segala umur
  • Perpustakaan mempromosikan dan meyakinkan masyarakat akan koleksinya

Menurut pendapat saya, perpustakaan Petra saat ini sudah memenuhi kedua hal tersebut. Di perpustakaan kita (di lantai 5) terdapat ruangan tempat menyimpan media informasi. Di sana banyak terdapat media-media penyimpanan data mulai dari video casette hingga saat ini yang sedang populer adalah DVD. Tidak ada kendala dalam hal ini. Tetapi jika saya boleh usul, mungkin koleksi yang ada bisa semakin diperlengkapi. Jika memungkinkan, film-film yang ditayangkan di bioskop-bioskop bisa juga dengan segera dimiliki Petra. Mungkin ini nantinya dapat menunjang peningkatan jumlah pengunjung perpustakaan.

Diskusi lebih lanjut dapat dilakukan di http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Library Roles #1 : As A Community Information System

Peran perpustakaan secara bertahap telah mengalami perubahan, salah satunya karena dampak perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Salah satu peran perpustakaan yang berhasil didefinisikan oleh Department of Public Institution of Wisconsin dan American Library Association menghasilkan misi-misi sebagai berikut.

Peran perpustakaan yang pertama adalah sebagai sumber informasi komunitas
  • Perpustakaan sebagai jalur informal untuk informasi dan asisten terhadap informasi terkini pada sebuah komunitas organisasi, pelayanan, dan sebagainya
  • Perpustakaan menyimpan data-data profil sebuah komunitas pelayanan (organisasi) sebagai sumber informasi
  • Perpustakaan berpatisipasi dalam jaringan antar komunitas, dan mempunyai kalender kegiatan komunitas tersebut
Perpustakaan sebagai penyedia informasi terkini mungkin sudah dilakukan oleh perpustakaan kita sekarang, tetapi mungkin masih belum sepenuhnya. Misalnya pula jika rektorat butuh suatu data X, maka biasanya pihak rektorat tanpa melalui perpustakaan, langsung mencari datanya sendiri, mungkin jika melalui perpustakaan dinilai jalurnya akan semakin bertambah panjang, sedangkan mungkin informasi ini diperlukan cepat.

Peran perpustakaan menyimpan profil-profil organisasi, mungkin perpustakaan Petra sudah menyimpan profil mengenai sejarah Petra. Tetapi mungkin untuk organisasi lainnya masih belum. Tetapi juga, perpustakaan Petra sudah dapat mencari sumber informasi bukan saja dari apa yang dimiliki oleh perpustakaan kita, tetapi juga dari perpustakaan lain. Karena saat ini perpustakaan kita menjalin kerja sama bahkan dengan perpustakaan yang ada di luar negeri.

Mengenai perpustakaan yang mengetahui agenda Petra, saya rasa perpustakaan Petra masih belum tahu menyeluruh kegiatan apa saja yang dilakukan di Petra. Mengingat juga jalur koordinasi yang tidak melibatkan perpustakaan dalam hal kepanitiaan di Petra. Mungkin perpustakaan hanya tahu sebagian besar program-program penting universitas dan tentu saja program-program perpustakaan sendiri.

Diskusi lebih lanjut dapat dilakukan di http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Selasa, 25 Agustus 2009

Definisi Perpustakaan

The Oxford English Dictionary ( 1374) a place where books were kept for “reading, study, or reference”


A new English Dictionary on Historical Principles ( 1933) :
- a building, room or set of rooms containing a collection of books for the use of the public or some portion of it, or the members of a society;
- a public institution or establishment charged with the care of a collection of books


Kedua definisi di atas, seperti yang telah dijelaskan dalam kelas, merupakan definisi lama dari apa itu perpustakaan. Maka dari itu sekarang saya mencoba untuk menggali lebih dalam masalah definisi baru perpustakaan. Dan setelah saya mencoba mencari, mungkin definisi ini yang paling baik mengenai perpustakaan masa kini.

The American Heritage® Dictionary of the English Language, Fourth Edition copyright ©2000 by Houghton Mifflin Company. Updated in 2009. Published by Houghton Mifflin Company. All rights reserved.
1.
a. A place in which literary and artistic materials, such as books, periodicals, newspapers, pamphlets, prints, records, and tapes, are kept for reading, reference, or lending.
b. A collection of such materials, especially when systematically arranged.
c. A room in a private home for such a collection.
d. An institution or foundation maintaining such a collection.
2. A commercial establishment that lends books for a fee.
3. A series or set of books issued by a publisher.
4. A collection of recorded data or tapes arranged for ease of use.
5. A set of things similar to a library in appearance, function, or organization: a library of computer programs.
6. Genetics A collection of cloned DNA sequences whose location and identity can be established by mapping the genome of a particular organism.
Penjelasan lebih lanjut dapat dilihat di http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net