Tampilkan postingan dengan label Opinion About PCU Library. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opinion About PCU Library. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 September 2009

Using Outside Blog

Untuk tugas refleksi membuat blog mata kuliah Sistem Informasi Perpustakaan, saya rasa sudah baik jika kita menggunakannya di luar. Kalau kita memang ingin meningkatkan peringkat webometrics universitas kita, sudah selayaknya kita membuat blog dari luar, karena jika kita menggunakan blog yang ada dalam lentera, selain mungkin masih belum sempurna, saya rasa bot yang dikirim oleh search enginee masih belum bisa masuk karena memang halaman blog yang disetting hanya bisa dimasuki oleh mereka yang punya id saja, sedangkan jika kita berperan sebagai guest maka kita tidak akan bisa melihat blog yang kita tulis.

Keuntungan lain jika kita menggunakan blog di luar adalah akan semakin banyak tautan ke web Petra yang berasal dari luar. Tentunya tautan yang berasal dari luar akan dinilai lebih tinggi oleh search enginee daripada tautan yang berasal dari dalam. Selain itu kita juga bisa mengkustomisasi sendiri blog kita, suatu fasilitas yang mungkin masih belum dimiliki oleh lentera yang mungkin ke depannya bisa lebih dikembangkan.

Alasan lainnya yang juga sangat berhubungan dengan peningkatan webometrics adalah jika kita menggunakan blog luar maka kita bisa melakukan search enginee optimization (SEO) sendiri. Ini akan membuat peringkat web/blog kita meningkat. Jika peringkat blog kita meningkat, secara otomatis logikanya akan semakin banyak pengunjung yang masuk dalam web kita untuk mencari informasi yang tersedia, jika banyak yang mencari informasi ini lalu mengunjungi tautan yang kita buat, maka secara otomatis akan meningkatkan pula jumlah pengunjung web yang menjadi tautan tersebut sehingga web petra nantinya juga bisa semakin terkenal.

Perpustakaan Petra: Audio Streaming

Salah satu khayalan saya berikutnya yang mungkin bisa digunakan untuk memperlengkapi fasilitas perpustakaan Universitas Kristen Petra adalah pengadaan audio streaming. Mungkin memang hal ini masih sangat sulit untuk bisa dilakukan mengingat tingkat kejahatan yang berbau piracy di Indonesia ini masih sangat tinggi.

Tetapi ini tetap menjadi keinginan saya. Mekanismenya adalah Perpustakaan Petra membeli CD audio, lalu dishare bersama. File ini dikompres dan tidak bisa didownload oleh pengguna tetapi hanya bisa distreaming. Jadi bentuknya sama seperti Youtube atau juga iTunes Online Library, tetapi ini bentuknya adalah audio. Saya rasa tidak sulit untuk melakukan hal ini, tetapi mungkin kendalanya adalah sistem pengamanannya. Apalagi yang mungkin perlu diperhatikan adalah anak-anak dari jurusan kita sendiri yang kesukaannya adalah mencoba menemukan kelemahan suatu sistem lalu mengambil keuntungan dari dalamnya.

Jadi mungkin jika suatu saat sistem IT di perpustakaan sudah kuat, mungkin hal ini bisa dilakukan. Tetapi mungkin biaya yang dikeluarkan untuk perpustakaan kita setiap bulannya akan bertambah banyak karena juga tidak murah untuk membeli CD-CD audio ini. Diskusi lebih lanjut dapat kita saksikan di http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Perpustakaan Petra: Koleksi Film

Satu hal lagi yang mungkin ingin saya soroti mengenai Perpustakaan Universitas Kristen Petra adalah masalah koleksi film. Saya merasa koleksi film dalam bentuk VCD maupun DVD yang dimiliki oleh perpustakaan kita ini masih sangat kurang. Banyak pun sebagian besar adalah VCD DVD yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan seperti National Geographic, Discovery Channel, dan sebagainya. Padahal menurut saya, VCD DVD seperti ini kurang menarik perhatian mahasiswa, walaupun saya pribadi suka akan VCD DVD yang seperti ini.

Menurut saya, salah satu cara agar pengunjung lebih banyak yang ke perpustakaan dan menggunakan fasilitasnya adalah dengan melengkapi media VCD DVD yang ada. Mungkin bisa ditambahkan film-film yang mungkin tidak perlu terbaru tetapi setidaknya cukup hot (pernah diputar di bioskop-bioskop Indonesia). Saya rasa jika perpustakaan kita seperti ini, mahasiswa akan sangat tertarik menggunakan perpustakaan dan sering berkunjung ke perpustakaan.

Jadi menurut saya, salah satu hal yang perlu ditingkatkan adalah dalam hal pengadaan VCD DVD. Kemudian tempatnya juga bisa diatur sedemikian rupa sehingga tidak tampak sangat tidak teratur koleksi VCD DVD yang kita punyai. Diskusi lebih lanjut dapat kita lihat di http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Senin, 07 September 2009

Perpustakaan Petra: Internet Area

Menurut saya, jika di perpustakaan ditambahkan area untuk kita bisa tersambung dengan internet, mungkin pengunjung perpustakaan akan bertambah banyak. Selama ini kita masih menggunakan fasilitas qifi untuk bisa terhubung dengan internet, tetapi tampaknya fasilitas wifi yang didapat di perpustakaan ini masih sangat minim. Saya rasa jika kita bisa menyediakan tempat untuk LAN mungkin akan bisa lebih efektif.

Jadi singkatnya, menurut saya perpustakaan tinggal menyediakan tempat (mungkin bisa berupa meja-meja yang sudah ada) tetapi ditambah dengan kabel LAN dan juga koneksi listrik sehingga bisa digunakan untuk laptop. Mungkin jangan diberi akses internet keluar, tetapi cukup akses internet dalam saja, jadi bisa untuk mencari buku dan juga online journal. Saya rasa jika ada dua fasilitas ini, kalau menurut saya pribadi saya akan sering berkunjung ke perpustakaan. Karena selama ini saya juga kesulitan untuk mencari koneksi listrik di perpustakaan sehingga malas untuk membawa masuk laptop dan kerja tugas di sana.

Jadi mungkin ini bisa diperhatikan untuk ke depannya sehingga memudahkan mahasiswa bekerja juga. Informasi dan diskusi lebih lanjut dapat dilihat di http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Sabtu, 05 September 2009

Perpustakaan Petra: Rak Buku

Kembali mungkin akan terbentur masalah dana, mungkin jika ingin membuat perpustakaan kita tampil lebih menarik adalah dengan mengganti rak-rak buku yang berbahan besi menjadi rak-rak buku yang terbuat dari kayu yang dipoles, sehingga kesannya lebih alami dan sedap dipandang daripada terbuat dari besi. Memang penggantian ini akan makan banyak biaya, tetapi kalau dari segi keindahan, maka memang rak yang terbuat dari kayu akan lebih menarik perhatian.

Memang banyak hal yang masih perlu dikaji dalam hal ini. Sebagai contoh desain rak yang ada sekarang dibuat saling menyambung dengan menambahkan besi di bagian atas semua rak sehingga hal ini bisa digunakan untuk meminimalisasikan rak akan terjatuh atau terguling bahkan jika ada gempa sekalipun dibandingkan dengan rak-rak yang berdiri sendiri-sendiri.

Hal kedua mungkin juga biaya perawatan kayu lebih besar daripada biaya perawatan besi karena kayu sendiri berasal dari makhluk hidup yang tentunya menurut teori lebih banyak mengandung bahan organik.

Usul saya, mungkin jika ingin dilakukan penggantian seperti ini bisa dilakukan secara bertahap terhadap rak-rak bukunya. Untuk diskusi lebih lanjut mengenai kasus ini, Anda dapat bergabung dalam http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Perpustakaan Petra: Kesenjangan Interior


Yang berikutnya saya ingin membahas mengenai kesenjangan interior yang ada di setiap lantai. Menurut saya, perpustakaan kita hanya mengembangkan interior terutama hanya di lantai pertama saja (lantai 6). Jadi kelihatannya memang di lantai ini rapi sekali dan ada barang-barang interior yang lumayan seperti bisa dilihat pada gambar di atas. Selain itu juga banyak terdapat sofa di sini yang membuat kita semakin nyaman.

Tetapi bagaimana dengan lantai 7 dan 8? Sayangnya tidak ada benda-benda yang menarik seperti ini. Padahal kebanyakan kita malah mencari buku atau mengerjakan tugas di lantai 7 dan 8, tetapi di sini tidak bisa kita temukan sofa atau benda-benda interior yang menarik. Mungkin masalahnya kembali pada dana. Tetapi sekali lagi ini hanyalah pemikiran saya untuk perpustakaan ke depan, bagaimana bisa mengembangkan perpustakaan kita.

Mungkin untuk ke depannya bisa lebih diperhatikan pula untuk pengembangan lantai 7 dan 8 sehingga diharapkan melalui pengembangan ini akan semakin banyak mahasiswa yang mau menjadikan perpustakaan sebagai center aktivitas mereka.

Untuk diskusi lebih lanjut mengenai kasus ini, Anda dapat bergabung dalam http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Perpustakaan Petra: Dirapikan


Ini adalah foto yang saya ambil seminggu lebih yang lalu. Lokasi tempat saya foto ini mungkin tidak akan kelihatan saat kita pertama kali masuk perpustakaan karena letaknya di sebelah kiri arah kita keluar dari lift. Tetapi jika kita akan masuk lift, atau ketika kita akan berjalan menuju ruang baca bebas, maka tentu saja akan tampak hal ini.

Sebenarnya bagi saya pribadi tidak terlalu masalah, tetapi yang memakai perpustakaan kita bukan saja dari kalangan mahasiswa Petra sendiri saja, masih ada orang-orang lain yang datang. Setidaknya menurut saya kita mau memperlihatkan bagaimana kerapian yang ada di Petra. Mungkin ini adalah rak-rak buku yang sudah tidak terpakai lagi, mungkin bisa segera disingkirkan atau sekalian saja dijual sehingga tidak menghabiskan tempat. Atau solusi lainnya bisa dicarikan tempat di gudang untuk menampung benda-benda ini.

Untuk diskusi lebih lanjut mengenai kasus ini, Anda dapat bergabung dalam http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Jumat, 04 September 2009

Perpustakaan Petra: Kotak ASFS


Tak kusangka waktu sudah berlalu secepat ini. Memang facebook dan SMS bisa sangat menyita waktu. Mungkin ini adalah posting terakhir saya sebelum saya berangkat ke kampus. Hal yang ingin saya bahas berikutnya adalah mengenai kotak ASFS ini. Mungkin memang bentuknya masih sangat tradisional tetapi menurut saya ini kurang menarik perhatian.

Mungkin kalau mau, papan pengumuman ini dibuat lebih norak sehingga kesannya perpustakaan di dalamnya juga bisa lebih mantap. Karena biasanya orang cenderung beranggapan akan kesan pertama. Jika kesan pertama di luar sudah wah, maka biasanya orang akan beranggapan yang ada di dalam lebih wah lagi. Demikian pula dengan papan satu ini. Kalau mau terlihat lebih mantap bisa juga dengan menggunakan papan digital (layar digital) yang biasanya ada di mall-mall yang menampilkan film yang akan ditayangkan hari tersebut di Studio 21. Mungkin kita bisa meniru hal tersebut sehingga bukan saja informasi ASFS yang ditampilkan di sana, tetapi juga koleksi film-film dan trailer-trailer yang ada tentang koleksi film yang kita punyai.

Mungkin memang sudah ada tv digital di dalam perpustakaan yang menayangkan tentang kegiatan-kegiatan dan hasil kegiatan yang sudah dilakukan oleh Petra, tetapi akan lebih baik jika movie dikhususkan layar digitalnya sehingga lebih terstruktur nantinya. Memang akan ada biaya tambahan, dan mungkin ide ini bisa dipertimbangkan lagi.

Untuk diskusi lebih lanjut mengenai kasus ini, Anda dapat bergabung dalam http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Perpustakaan Petra: Keamanan Komputer


Apakah di sini saya ingin membahas mengenai lihatlah komputer yang butut ini? Tentu saja tidak, karena menurut saya komputer yang sekarang tersedia di perpustakaan sudah lumayan memadai (tapi tentunya belum semua). Yang ingin saya bahas di sini adalah mengenai keamanan komputer yang ada.

Bagian belakang yang terbuka seperti ini bisa menimbulkan banyak resiko, apalagi kita tidak bisa menjamin bahwa semua anak Petra baik-baik dan tidak iseng (buktinya adalah saya sendiri, jika tidak iseng, saya tidak akan menulis artikel mengenai hal ini). Apa-apa saja yang dapat saya lakukan terhadap bagian belakang yang tidak terproteksi dengan baik ini?
  • Hal pertama yang sudah saya coba tentunya adalah mengambil kabel LAN yang terhubung dengan CPU ini, lalu menyambungkannya dengan laptop saya. Di dekat komputer ini (tempat saya mengambil gambar ini) adalah di bagian agak belakang berdekatan dengan buku-buku referensi di lantai dasar. Dengan sedikitnya pengawasan ditambah dengan tersedianya arus listrik di daerah ini, maka saya dengan santai bisa duduk di sofa dan mengulur kabel LAN hingga bisa saya pakai koneksinya melalui laptop saya.
  • Hal kedua, tentu saja saya bisa menancapkan flashdisk saya (walaupun yang ini belum saya coba). Bagaimana jika flashdisk saya bervirus? Atau bagaimana jika anak informatika yang suka membuat virus datang dan mencoba untuk menyebarkan virusnya melalui jaringan yang ada di perpustakaan? Bisa Anda bayangkan sendiri
Jadi poin saya di sini adalah mungkin ada baiknya untuk menutup bagian belakang dari CPU ini, mungkin bisa dilakukan sistem seperti yang ada di ruang-ruang kelas. Jadi kabel LAN tidak bisa dicabut sembarangan dan tidak perlu ada yang menancapkan media penyimpan data lainnya dalam CPU tersebut. Ini hanyalah tindakan preventif. Tetapi lain halnya jika perpustakaan Petra ingin memberikan kepercayaan kepada mahasiswa-mahasiswanya untuk belajar bertanggung jawab terhadap properti bersama ini.

Diskusi lebih lanjut dapat dilihat pada http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Perpustakaan Petra: Kamar Mandi

Mungkin memang agak tidak penting, tetapi ini juga berhubungan dengan kenyamanan saya pribadi saat saya berkunjung ke Perpustakaan Petra. Salah satu yang membuat saya tidak nyaman adalah kamar mandinya (tentu saja maksud saya di sini kamar mandi pria). Kemarin saya ingin memfotonya, tetapi saya akhirnya mengurungkan niat saya, jadi saya akan membahas masalah ini tanpa adanya foto.

Langsung saja, menurut saya kesan yang ditimbulkan oleh kamar mandi yang ada di perpustakaan terkesan sedikit "angker". Beberapa hal yang mungkin menurut saya membuat suasana "angker" ini mendukung di antaranya adalah
  • Lampu penerangan yang redup
  • Cahaya matahari yang masuk tidak ada sehingga terkesan tertutup sekali
  • Ruangannya terkesan lapang (karena memang mungkin ini salah satu kamar mandi terluas yang ada di kampus Petra)
  • Dan mungkin yang terakhir adalah seringnya timbul bunyi-bunyian yang tidak mendukung dan suara yang kecil bisa agak bergema atau menjadi lebih keras dari suara aslinya
Menurut pendapat saya pribadi, kalau masalah suara-suara memang itu tergantung dari orangnya, tetapi kalau bisa lampunya diganti dengan yang lebih terang, jadi suasananya tidak terkesan remang-remang. Mungkin dengan satu hal ini saja kesan "angker" itu bisa dihilangkan.

Diskusi lebih lanjut tentang bagaimana kita bisa mengembangkan perpustakaan Petra lebih lagi dapat kita bahas dalam forum di http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Perpustakaan Petra: Online Journal (2)


Saya ingin membahas kembali mengenai fasilitas online journal yang sudah sempat kita bahas beberapa saat yang lalu. Kalau yang lalu kita membahasnya dalam segi tidak bisa diakses dari luar, maka sekarang saya ingin membahas mengenai ketersediaan journal-journal yang ada di dalamnya.

Kalau saya boleh sedikit berkomentar, maka saya rasa online journal yang kita miliki masih sangat sedikit koleksinya dan juga kebanyakan adalah di bidang ekonomi, sedangkan journal untuk teknik masih sangat sedikit. Saya menyadari kendala yang dihadapi terutama berhubungan dengan biaya. Kita sudah langganan sekian journal saja mungkin ratusan juta yang kita keluarkan. Tetapi yang ingin saya usulkan, mengapa kita tidak mengadakan kerjasama dengan perpustakaan lain untuk bisa share ketersediaan journal ini?

Misalnya (saya lupa nama collegenya), suatu college di Australia, dia bekerjasama dengan Harvard University di Amerika untuk journal-journal terbitan Harvard dan sekitarnya sehingga bisa diakses dari college ini pula. Demikian juga Harvard bisa mengakses journal-journal yang diterbitkan oleh college ini dan mungkin juga journal-journal langganan college ini terbitan Australia.

Mungkin tidak mudah juga untuk bisa menjalin kerjasama ini, karena memang dibutuhkan juga rasa saling percaya, tetapi jika hal ini bisa dilakukan, maka kita akan dapat menghemat banyak biaya dan juga bisa mendapatkan banyak informasi.

Diskusi lebih lanjut akan hal ini dapat dilakukan di http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Brainstorming about PCU Library

Yeah, mungkin setelah sekian lama ada banyak ide-ide yang ditumpuk untuk perpustakaan Petra, hari ini saya akan mencoba mengeluarkan ide-ide tersebut. Jadi tema kita untuk posting hari ini adalah "Brainstorming about PCU Library".

Tentu saja ide-ide yang akan diutarakan ini perlu untuk dikaji ulang kembali karena ide-ide ini hanya dikeluarkan tanpa memperhitungkan efek-efek berikutnya yang akan terjadi. Ini hanyalah gambaran mentah dari apa yang mungkin dapat membuat perpustakaan Petra lebih baik dan menarik. Beberapa di antaranya saya gabungkan juga dengan hasil wawancara bersama teman-teman yang lain.

Lebih jelas mengenai kegiatan brainstorming ini dapat dilihat pada http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Rabu, 02 September 2009

Children's Catalogue


Beberapa hari yang lalu, kita sudah sempat berdiskusi mengenai peran dari perpustakaan. Salah satu peran yang ada adalah untuk bisa menyediakan layanan untuk berbagai kalangan dan juga berbagai usia. Yang ingin saya soroti untuk saat ini adalah mengenai perpustakaan Petra dahulu.

Menurut saya, perpustakaan Petra masih belum maksimal dalam melaksanakan perannya terutama dalam pelayanan anak kecil. Beranjak ketika saya browsing dan menemukan situs perpustakaan Flower Mound. Kebetulan ketika saya masuk dari sebuah web perpustakaan, saya menemukan bahwa perpustakaan ini baru saya diupdate sistemnya tanggal 26 Agustus yang lalu. Salah satu yang menjadi sorotan saya adalah pembuatan children's catalogue.

Seperti yang dapat Anda lihat di atas, menurut saya desain yang ada sangat sederhana, tetapi bagi saya justru sederhana ini baik bagi anak kecil, karena mereka tidak perli terlalu susah untuk mengenal layanan-layanan yang disediakan oleh sistem baru ini. Gambar yang interaktif menurut saya akan semakin menarik minat anak kecil untuk menelusuri lebih jauh. Dan satu yang saya suka dalam layanan ini adalah, ketika kita menggunakan search enginee di dalamnya untuk mencari database buku, maka sistem ini secara otomatis akan mengarahkan kita kepada buku-buku yang memang diperuntukkan untuk anak kecil.

Perpustakaan Petra sudah cukup banyak koleksi di bidang buku anak. Mungkin memang pengguna anak-anak di perpustakaan ini masih sangat terbatas jumlahnya, tetapi mungkin kita bisa membuka diri dengan masyarakat luar atau bekerja sama dengan SD-SD yang ada di sekitar wilayah Siwalankerto untuk bisa lebih mengembangkan lagi literatur untuk anak kecil. Kita bisa meniru sistem yang dibuat oleh Flower Mound ini. Jika Anda tertarik mengunjungi situs ini, Anda dapat mengunjunginya di http://librarycatalog.flower-mound.com/polaris/Children/default.aspx. Mungkin Anda akan mendapati sistem yang ada di sini jauh lebih baik dari apa yang dapat saya jelaskan di sini.

Untuk informasi lebih lanjut dapat kita diskusikan bersama di http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Perfume in the Library #1


Kesempatan pertama jatuh di tangan HB William Suryaja (26407089). Dia adalah salah seorang fungsionaris HIMAINFRA periode 2009-2010 dan lumayan sering ke toko buku (saya hanya berkata lumayan sering, tetapi saya tidak berkata dia beli buku atau suka baca buku).

Langsung saja, ketika ditanya apa pendapatmu tentang buku yang wangi, dia langsung berkata bahwa dia suka buku yang wangi. Dia lebih merasa enjoy jika membaca buku yang beraroma terapi, tetapi tentu saja aromanya jangan terlalu menyengat. Segala sesuatu yang berlebihan tentu saja tidak enak.

Baginya efek parfum bisa meningkatkan percaya dirinya, menurutnya jika dia menggunakan parfum, entah bagaimana tetapi dia merasakan nyaman saja. Di kala hari panas dan terik, jika memakai parfum atau mencium bau yang harum akan terasa dingin. Menurutnya memakai parfum paling cocok jika sedang antri panjang, wewangian bisa membuat terasa sejuk.

Kemudian pendapatnya mengenai perpustakaan Petra adalah perpustakaan kita memang kurang wangi, jadi sependapat dengan apa yang dikatakan oleh Christyanto yang lalu. Dia berpendapat perpustakaan mungkin diberi sesuatu (dia juga kurang mengerti) sehingga kesannya dingin-dingin. Intinya, bagi HB, parfum atau wewangian punya pengaruh yang besar dalam hidupnya.

Lebih jauh mengenai hal ini dapat kita diskusikan dalam http://www.hima-gospel.forumotion.net. HB adalah salah satu member dari HIMA GOSPEL.

Selasa, 01 September 2009

Informatika 2009 #6 : Kurang Wangi

Kesempatan berikutnya saya mewawancarai Christianto Tjandra (26409025). Topik yang dibawakan masih tetap sama, yaitu bagaimana pandangan mahasiswa terhadap perpustakaan kita ini.

Christianto memberikan nilai 8 terhadap perpustakaan kita dengan alasan buku-buku yang tersedia lumayan lengkap, suasananya tidak membosankan, dan keadaannya juga nyaman. Tetapi yang disayangkan di sini adalah Christianto selama ini hanya pernah sekali saja mengunjungi perpustakaan kita.

Di sini dapat kita lihat bahwa Christianto berkata bahwa perpustakaan kita nyaman, tetapi mengapa hanya sekali saja dia pernah datang? Hal ini memaksa kita untuk bisa berpikir lebih lagi ada apa yang salah dengan perpustakaan. Mungkin saja perpustakaan kita nyaman tetapi apakah nyaman juga berarti menarik? Ataukah mungkin kesadaran kita akan pentingnya membaca masih sangat rendah? Mungkin ini bisa jadi suatu topik penelitian yang bagus untuk digarap lebih lagi.

Christianto memberikan beberapa saran untuk pengembangan perpustakaan kita ke depannya. Yang pertama adalah perpustakaan kita kurang wangi. Entah itu buku-bukunya ataupun juga ruangannya (mungkin bisa diteliti lebih dalam efek psikologis dari parfum terhadap minat membaca mahasiswa), dan saran yang kedua adalah buku-bukunya perlu ditambah lagi.

Christianto merupakan salah satu member dari HIMA GOSPEL, mari kita akrabkan diri kita dalam forum http://www.hima-gospel.forumotion.net. Sampai jumpa di sana.

Senin, 31 Agustus 2009

Informatika 2009 #5 : Perpustakaan Petra Besar Bo...


Sosok yang sedang belajar di atas bernama Valentino Handoko (26409011). Saya sangat berterima kasih karena disela-sela kesibukannya belajar, dia masih mau meluangkan waktunya untuk wawancara singkat mengenai perpustakaan Petra. Sungguh seorang anggota HIMA GOSPEL yang baik! (sayangnya pengabadian foto kita berdua kurang mantap ini kualitasnya)

Dia memberikan nilai 7 terhadap perpustakaan Universitas Kristen Petra. Penilaiannya ini berdasarkan ruangan yang dipakai perpustakaan sangat besar (hingga 4 lantai), bukunya lengkap, fasilitasnya banyak yang meliputi bisa scan, fotocopy, dsb, dan masuknya juga sudah keren dengan menggunakan kartu saat masuk. Tetapi masih sangat disayangkan, selama ini dia masih belum pernah kembali ke perpustakaan lagi selain sewaktu perkenalan perpustakaan. Dan fasilitas yang pernah dia gunakan di anatara 3 fasilitas yang ada hanyalah fasilitas pencarian buku.

Saran Valentino untuk perkembangan perpustakaan ke depannya adalah tingkatnya diperbanyak lagi sehingga dapat mencakup koleksi buku yang lebih banyak. Kemudian perpustakaannya diberi escalator sehingga kita tidak perlu terlalu capai dalam naik turun tangga.

Valentino merupakan salah satu member dari HIMA GOSPEL, mari kita akrabkan diri kita dalam forum http://www.hima-gospel.forumotion.net. Sampai jumpa di sana.

Library Roles #4 : As A Service-Oriented Information Provider

Ini adalah peran terakhir yang juga seharusnya dimiliki oleh perpustakaan, yaitu sebagai penyedia informasi. Poin-poin yang mendetilkan penjabaran tersebut adalah:
  • Perpustakaan menyediakan informasi tepat pada waktunya, akurat, dan berguna untuk suatu komunitas yang berhubungan dengan pekerjaan dan juga hobby pribadi
  • Perpustakaan mempromosikan pada sebuah situs, secara online dan layanan telepon atau layanan informasi untuk membantu pengguna yang membutuhkan
  • Perpustakaan berpartisipasi dalam program peminjaman antar perpustakaan dan cooperative reference service sehingga pengguna yang membutuhkan informasi yang tidak ada di perpustakaannya dapat terpuaskan
Menurut saya, perpustakaan Petra juga sudah menerapkan ketiga poin di atas. Pada poin pertama, hal ini sudah disediakan oleh perpustakaan kita yang sudah berlangganan berbagai surat kabar, majalah, dan juga online journal.

Poin kedua, perpustakaan kita mempunyai web untuk membantu pengguna mendapatkan informasi media yang dibutuhkannya. Selain itu, web ini juga berfungsi sebagai media informasi yang ada. Selain itu perpustakaan kita juga menyediakan berbagai web lainnya yang juga mendukung promoso kegiatan ini seperti Surabaya Memory, Desa Informasi, dan berbagai web penunjang lainnya. Mengenai nomor telepon perpustakaan kita, kita bisa menelepon Petra lalu kita bisa minta disambungka ke perpustakaan.

Untuk poin yang ketiga, tentu saja perpustakaan kita juga sudah menjalin kerja sama hingga taraf internasional untuk mencarikan para penggunanya buku yang mereka butuhkan. Perpustakaan Petra juga bersedia untuk memberikan surat rekomendasi kepada perpustakaan lainnya agar kita dapat mengakses informasi yang mereka punyai di sana.

Saya rasa dalam poin ini perpustakaan kita sudah cukup baik melaksanakannya. Diskusi lebih lanjut dapat dilakukan di http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Library Roles #3 : As A Mean of Access to Life-Long Learning

Ini merupakan peran ketiga yang didefinisikan oleh Department of Public Instruction of Wisconsin dan American Library Association yang poin-poinnya meliputi:
  • Perpustakaan meyakinkan anak-anak untuk mengembangkan keinginan dalam membaca dan belajar melalui pelayanan terhadap anak dan untuk orang tua dan anak secara bersama-sama
  • Orang tua dan pemerhati yang lain dapat membaca tentang kesiapan, hal-hal yang berhubungan dengan orang tua, memperhatikan anak, dan pengembangan anak
  • Perpustakaan mempromosikan membaca sejak masa kecil, menyediakan pelayanan untuk proses memperkaya diri sendiri (self-enrichment) dan untuk menemukan kenikmatan dalam membaca dan belajar
  • Pelayanan yang diberikan meliputi kepada anak-anak kecil, orang tua, dan manula -- sebagai contoh, program "read-aloud", day care story hour, lomba storytelling, workshop pengembangan skill orang tua, dan pembicaraan mengenai suatu buku
  • Perpustakaan diharapkan menyediakan fasilitas sosial, atau program-program kejar paket. Program yang memperkenalkan anak-anak dan orang tua terhadap anak-anak lainnya dalam area yang lebih luas
Jika saya meninjau ulang foto-foto program yang pernah dilaksanakan oleh perpustakaan Petra, maka secara garis besar seharusnya fungsi-fungsi ini sudah terlaksanakan, walaupun mungkin tidak sering pelaksanaannya dan kurang diketahui oleh mahasiswa Petra secara luas. Pelayanan terhadap anak-anak kecil mungkin sudah, bagaimana Petra bisa mengembangkan anak-anak yang ada di sekitar Siwalankerto, hingga di perpustakaan Petra pun menyediakan suatu ruang baca sendiri yang buku-bukunya dikhususkan merupakan buku bacaan anak-anak. Tetapi yang perlu disoroti di sini adalah untuk orang tua dan manula.

Memang tidak mudah untuk memberikan pelayanan terhadap orang tua dan manula. Kesulitannya adalah dalam hal mengumpulkan mereka. Selain orang tua biasanya adalah pekerja sehingga tidak mudah untuk mengumpulkan mereka di jam-jam biasa (yang artinya butuh jam-jam khusus sebagai tambahan kerja), juga masalah dana yang ada karena dana yang ada biasanya dialokasikan sebagai media promosi perpustakaan Petra. Sedangkan kesulitan untuk program manula adalah mengumpulkan materi-materi dan menyusun acara yang sangat menarik bagi mereka adalah tantangan tersendiri bagi kita.

Diskusi lebih lanjut dapat dilakukan di http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.

Minggu, 30 Agustus 2009

Informatika 2009 #4 : Koq Ga Boleh Bawa Buku?


Satu lagi anggota HIMA GOSPEL yang turut berpartisipasi dalam wawancara (malah mengajukan diri, inilah contoh orang yang proaktif). Ia bernama Ferdi Atmajaya Wongsusilo (26409082).

Mungkin sekian saja perkenalannya. Wawancara dibuka langsung dengan pertanyaan dari 1 hingga 10 kamu memberikan nilai berapa pada Perpustakaan Universitas Kristen Petra. Ferdi dengan cepat menjawab 8. Tampaknya dia sudah siap utuk menjawab pertanyaan ini. Penilaiannya yang sangat tinggi terhadap perpustakaan ini dikarenakan di perpustakaan kita terdapat banyak buku yang berguna, suasananya yang dingin, dan tempatnya enak buat santai.

Pengalaman Ferdi bersama perpustakaan cukup banyak juga. Dia menggunakan perpustakaan untuk mengisi waktu luangnya dengan baca buku, terutama juga buku-buku yang berhubungan dengan digital imaging. Tetapi masih sangat disayangkan, Ferdi tidak pernah menggunakan fasilitas teknologi yang ada. Jadi dia mencari buku biasanya secara manual.

Saran Ferdi untuk pengembangan perpustakaan kita ke depannya adalah bentuk atau interior perpustakaan dibuat untuk lebih menarik. Dia menganalisa sepertinya perpustakaan kita ini sepi pengunjung karena salah satunya mungkin desainnya yang kurang menarik. Kemudian dia juga mengomentari masalah masuk perpustakaan tidak boleh bawa buku. Padahal lebih asyik baca buku di perpustakaan karena suasananya lebih mendukung ketimbang di ruang baca bebas.

Dan pesan terakhir dari sponsor, Ferdi merupakan salah satu member dari HIMA GOSPEL, mari kita akrabkan diri kita dalam forum http://www.hima-gospel.forumotion.net. Sampai jumpa di sana.

Library Roles #2 : As A Popular Materials Center

Peran perpustakaan yang kedua adalah sebagai pusat pengadaan materi. Yang dimaksud di sini sebagai materi adalah barang-barang media yang sekarang sedang populer, misalnya berupa buku, CD, DVD, ataupun media-media lainnya yang dapat mendukung proses informasi.

Secara mendetil, poin ini dapat dijabarkan menjadi
  • Perpustakaan menyediakan media informasi dalam berbagai format yang pernah digunakan ataupun sedang populer saat ini (banyak permintaan) untuk segala umur
  • Perpustakaan mempromosikan dan meyakinkan masyarakat akan koleksinya

Menurut pendapat saya, perpustakaan Petra saat ini sudah memenuhi kedua hal tersebut. Di perpustakaan kita (di lantai 5) terdapat ruangan tempat menyimpan media informasi. Di sana banyak terdapat media-media penyimpanan data mulai dari video casette hingga saat ini yang sedang populer adalah DVD. Tidak ada kendala dalam hal ini. Tetapi jika saya boleh usul, mungkin koleksi yang ada bisa semakin diperlengkapi. Jika memungkinkan, film-film yang ditayangkan di bioskop-bioskop bisa juga dengan segera dimiliki Petra. Mungkin ini nantinya dapat menunjang peningkatan jumlah pengunjung perpustakaan.

Diskusi lebih lanjut dapat dilakukan di http://lentera.petra.ac.id dan juga di forum http://www.hima-gospel.forumotion.net.